Wednesday, August 7, 2019

Pencegahan dan perlindungan kebakaran

Pencegahan dan perlindungan kebakaran....!!!

  Perlu kita ketahui bahaya akibat kebakaran menimbulkan banyak kerugian entah itu materi ataupun korban jiwa. nah oleh sebab itu kita patut tahu cara mencegah dan melindungi diri kita atau orang lain dari bahaya kebakaran untuk meminimalisir dampak kerugian dari kebakaran tersebut.



pertama perlu kita ketahui ada yang namanya Fire safety management yang terdiri dari Fire prevention, fire proctection, dan fire suppression.

1. Fire prevention
 Fire prevention adalah upaya mencegah terjadinya kebakaran. kegiatan fire prevention sendiri mempunyai istilah 3E yaitu.

  1. Engineering
biasanya teknik ini dilakukan seorang rescuer/fire fighter memasuki sebuah bangunan entah itu restoran, mall, dll. dalam teknik ini kita perlu melakukan survey bangunan, isi bangunan tersebut, mengetahui kegiatan didalam bangunan, mengetahui letak alat pemadam kebakaran, dan mengetahui letak pintu escape door/emergency exit door. langkah ini memudahkan seorang fire fighter untuk membantu/menolong ketika terjadi kebakaran.

 2. Education

Perlu adanya edukasi tentang bahaya kebakaran, mengajarkan tentang penggunan APAR, dan menjelaskan tentang perlatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus seperti kabel, stop kontak, kompor listrik dll.
digambar ini dijelaskan tentang cara menggunakan APAR:


 3. Enforcement

Enforcement atau bisa dibilang apa yang bisa lakukan untuk mencegah kebakaran. hal ini bisa dilakukan dengan cara mengingatkan orang yang melakukan tindakan  tidak mematuhi standar pencegahan bahaya kebakaran, Memberi tanda tentang bahaya kebakaran, Menyebarluaskan peraturan pencegahan bahaya kebakaran.

 Intinya Sasaran utama dari program manajemen kebakaran adalah untuk mencegah agar kebakaran tidak terjadi melalui upaya pencegahan bahaya kebakaran (fire prevention).
 Pencegahan bahaya kebakaran merupakan upaya sistematis untuk menghindarkan terjadinya api dengan menerapkan konsep segitiga api.

 Hilangkan salah satu faktor, dan api tidak akan menyala, jikapun menyalah api akan segera padam dengan sendirinya.

 cara terbaik adalah mencegah terjadinya api. mari kita ketahui bermacam kelas kebakaran: 
  • Kebakaran api kelas A disebabkan bahan yang mengandung selulose yang meninggalkan arang/abu bila terbakar. kebakaran ini bisa diastasi hanya dengan menggunakan Air.
  • Kebakaran api kelas B disebabkan oleh cairan yang mudah terbakar. kebakaran ini bisa diatasi dengan alat pemadam dengan berbahan dasar foam.
  • Kebakaran api kelas C disebabkan oleh peralatan listrik. kebakaran ini bisa di atasi dengan alat pemadam berbahan dasar CO2.
  • Kebakaran api kelas D disebabkan oleh logam yang mudah terbakar.kebakaran ini bisa diastasi dengan bahan pemadam bubuk kimia kering (dry chemical powder).

Jangan padamkan api jika:
  •  Bila api membesar diluar kontrol
  •  Bila anda tidak bisa memadamkan api mundur ke escape route 
  •  Bila anda tidak mempunyai perlengkapan yang memadai
" Jika kalian mengalami kondisi diatas jangan pernah memadamkan api sendirian."
Konsep pengamanan terhadap kebakaran
  • Membatasi bahan-bahan mudah terbakar
  • Struktur tahan api & kompartemenisasi
  • Penyediaan sarana evakuasi untuk penghuni
  • Penyediaan kelengkapan penunjang evakuasi
  • Kondisi halaman bangunan & akses pemadam
  • Perlu adanya sistem deteksi dan alarm kebakaran
  • Perlu adanya Alat pemadam api ringan
  • Perlu ada Automatic sprinkler system, fire hydrant
  • Pemadam api khusus
  • Sarana bantu : sumber air – pompa - genset
2. Fire Protection
 Fire protection sendiri ada 2 macam:


  • Proteksi aktif
Sarana proteksi kebakaran aktif berupa alat ataupun instalasi yang disiapkan untuk mendeteksi dan atau memadamkan kebakaran. Di antara sarana proteksi kebakaran aktif antara lain :
Detektor Asap, Api maupun Panas,
Alarm kebakaran otomatis maupun manual, Tabung Pemadam / APAR (Alat Pemadam Api Ringan), Sistem Hidran, Sistem Springkler.dsb.


  • Proteksi pasif

Sarana proteksi kebakaran pasif berupa alat, sarana atau metode/cara mengendalikan asap, panas maupun gas berbahaya apabila terjadi kebakaran.
Di antara sarana proteksi kebakaran pasif antara lain adalah Sistem Kompartemenisasi (Pemisahan Bangunan Resiko Kebakaran Tinggi),
Sarana Evakuasi dan Alat Bantu Evakuasi,
Sarana dan Sistem Pengendali Asap dan Api (Fire Damper, Smoke Damper, Fire Stopping, dsj),Fire Retardant (Sarana Pelambat Api).dll.

3. Fire suppression
 Fire suppression system, biasa disebut juga fire fighting system atau fire protection system, merupakan suatu sistem yang didesain untuk mencegah, dan atau memadamkan terjadinya kebakaran. Dalam pendesainan gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, pabrik, gudang, dan gedung komersial lainnya, sistem ini merupakan bagian yang wajib untuk diikutsertakancontoh gambar


 Cara terbaik mencegah terjadinya kebakaran adalah memperhatikan potensi kebakaran dan melenyapkannya.
 Sebelum memulai aktifitas pekerjaan, rencanakan dan yakinkan bahwa tempat kerja anda aman dan bebas dari potensi bahaya kebakaran. alangkah baiknya luangkan waktu untuk familiarisasi dengan jenis alat pemadam api dan ketahui kemampuannya.

"Pencegahan dan persiapan adalah kunci untuk mengendalikan api secara efektif."

Selesai sudah sekilas pembahasan tentang pencegahan dan perlindungan kebakaran... semoga artikel ini dapat bermanfaat.

!!thank you!!

No comments:

Post a Comment