Sunday, August 11, 2019

Evakuasi korban kecelakaan pesawat udara

Evakuasi korban kecelakaan udara


Post ini akan menjelaskan tentang, bagaimana cara Evakuasi korban kecelakaan pesawat?
Dengan menggunakan teknik apa aja?
Siapa saja yang bisa menjadi korban kecelakaan?
Bagaimana cara prosedur masuk pesawat udara yang mengalami kecelakaan?
Dll....



Kalian pasti tau yang dinamakan pesawat udara. kalian juga pasti sering  melihat pesawat udara lalu lalang diatas langit. yang belum tau pesawat saya kasih gambarnya.

 pesawat udara angkutan termasuk angkutan ter aman menurut saya. akan tetapi pesawat sendiri bisa saja mengalami kecelakaan entah saat ingin mengudara ataupun mendarat. kita semua juga tidak mengharapkan itu terjadi karna akan banyak yang dirugikan atas kejadian tersebut. oleh karna itu disetiap bandara ada unit yang bernama ARFF (Airpor Rescue Fire Fighting) yang dimana salah satu tugasnya menyelamatkan jiwa. atau melakukan penyelamatan. kenapa unit ini dibentuk? karena angkutan pesawat udara juga terkadang tidak luput dari yang namanya kecelakaan.

contoh gambar. salah satu kecelakaan pesawat udara.

 Jika terjadi kecelakaan pesawat udara pasti akan menimbulkan korban. siapa saja yang bisa menjadi korban kecelakaan pesawat udara? yang termasuk korban kecelakaan pesawat udara adalah Penumpang pesawat udara dan orang-orang yang bukan penumpang pesawat udara tetapi turut serta mengalami luka dan cedera ataupun meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat udara.

 Kecelakaan pesawat udara sendiri di kawasan bandara biasanya terbakar tetapi ada juga yang tidak terbakar. terlepas dari dampak tersebut personel ARFF akan tetap masuk kedalam pesawat yang mengalami kecelakaan dan segera mengevakuasi korban. Untuk melancarkan operasi pertolongan, para tim penolong (rescue team) harus mengetahui prosedur operasi pertolongan.

 Jika pesawat tidak mengalami kebakaran penumpang dan cabin crew kemungkinan memiliki resiko luka dan kematian lebih kecil sehingga dapat diantisipasi oleh cabin crew agar seluruh penumpang tetap tenang dan bersabar untuk keluar. dan jika terjadi sebaliknya personel segera memadamkan kebakaran terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan dengan operasi pertolongan.
contoh gambar. simulasi pemadaman pesawat udara yang terbakar.

 Ketika api sudah dikuasai 90% oleh personel ARFF barulah personel yang bertugas sebagai tim rescue dapat memasuki pesawat, dalam hal ini tim rescue harus memakai pakaian pelindung dan menggunakan alat bantu nafas SCBA.

Prosedur masuk kedalam pesawat udara yang mengalami kecelakaan:

  • Usahakan masuk melalui normal door.
  • Jika tidak bisa melalui normal door beralih ke emergency exits (emergency door dan emergency window jika normal door tidak dapat dibuka.
  • Bila emergency exits tidak dapat dibuka, tidak ada cara lain kecuali membobok / memotong badan pesawat udara agar 
  • tim penolong (rescue team) masuk secara paksa (forced entry).
 Ketika sudah memasuki pesawat udara yang mengalami kecelakaan Utamakan penumpang yang tidak luka dan dapat evakuasi diri sendiri , kemudian korban luka ringan dan setelah itu korban luka berat dan kemudian korban yang meninggal. Bila ada korban yang terjepit , segera gunakan peralatan pertolongan yang ada dan hindari benturan terhadap penumpang yang sedang evakuasi sendiri.
 Personel ARFF ketika mengevakuasi para korban mereka sudah dibekali dengan pengetahuan tentang angkutan korban. Angkutan korban sendiri mempunyai 2 jenis yaitu perorangan ataupun angkutan beregu.

Angkutan perorangan
Angkutan perorangan adalah jenis angkutan yang dapat dilaksanakan oleh satu orang penolong. macam-macam angkutan perorangan:

Assist to walk (bantu untuk berjalan), Cara ini digunakan apabila korban tidak luka yang serius dan masih sadar, ataupun korban hanya luka ringan pada kaki atau paha dan tidak perlu diangkat dan dibawa, Caranya dengan meletakkan tangan dilingkarkan pada bahu dan tahan korban dengan memegang di sekitar badannya dan tangan penolong yang satu lagi memegang tangan korban pada leher dan bahu penolong. contoh gambar.
Craddle in arms (arm carry) seperti membuat ayunan Cara angkutan ini sangat efektif untuk anak-anak dan orang dewasa yang bertubuh kecil dan tidak praktis untuk orang dewasa yang pingsan, Caranya dengan menempatkan satu tangan penolong di bawah tangan korban dan menyilang ke belakang Tahan punggung korban dan tangan penolong yang satu lagi memegang kaki korban di bawah lutut dan korban diangkat/digendong.
Pack strap carry (tahan dan ambil)
Sangat berguna untuk membawa korban pingsan.Ada dua cara dalam angkutan ini :
- Dengan menggunakan tangan baringkan korban dan penolong berlutut di sebelah korban. Pegang dan genggam tangan kedua tangan korban melingkar mengelilingi leher penolong dan posisi korban di atas punggung penolong dan berjalanlah dengan merangkak/menjongkok;
- Dengan menggunakan tali letakkan tali di sekitar bawah leher dan tangan, setelah itu penolong berlutut di sebelah korbandan genggam kedua tangan korban dan lingkarkan di atas leher dan bawa korban dengan posisi merangkak/jongkok, contoh gambar.
Fireman carry/fireman lift
Angkutan ini boleh dilakukan terhadap korban dalam keadaan sadar ataupun pingsan; 
Caranya baringkan dahulu korban, terus diangkat dengan cara menahan punggungnya, setelah korban dalam keadaan berdiri, pegang tangannya (salah satu tangannya) serta ditahan, lalu penolong memasukkan pundaknya diselangkangan korban dan setelah itu posisi penolong mantap untuk mengangkat korban. contoh gambar. 
One man drag (incline drag) 
Korban ditahan dari belakang dan diseret; Cara ini sangat berguna untuk menggerakkan korban pingsan dan sangat cepat untuk membawa korban turun atau mendaki;
Caranya dengan membaringkan korban, penolong jongkok di atas kepala korban dan memasukkan tangannya di bawah tangan korban dan menyilangkan ke dada korban serta genggam pergelangan tangan korban dan angkat ke posisi berdiri lalu korban diseret; contoh gambar.

Blanket drag (menyeret korban dengan menggunakan selimut)
Sangat efektif untuk mengangkut korban baik sadar atau pingsan;
Caranya dengan meletakkan korban terlentang di atas selimut dan sejenisnya. Lalu korban diseret dan cara ini sangat mudah dan dapat dilakukan dengan seorang penolong. contoh gambar.

Clothes drag (menyeret korban dengan menggunakan bajunya)
Dapat dilakukan untuk mengangkut korban baik sadar atau pingsan dan ruangan berasap;
Caranya dengan korban ditelentangkan, lalu penolong jongkok di atas kepala korban dan penolong memegang baju korban pada bagian pundak, lalu korban diseret. contoh gambar.

Carrying astride back (piggy back)
Digunakan untuk mengangkut korban sadar atau lemas;
Caranya dengan menggendong korban dan tangan korban disilang di dada penolong. Tangan penolong juga memegang tangan korban dan menahan paha korban. contoh gambar. 

Angkutan Beregu
Angkutan beregu adalah suatu jenis angkutan yang dilakukan lebih dari satu orang penolong dan meliputi.

Two man seat carry / two handed chair
Dua tangan membuat seperti kursi, Dilakukan untuk mengangkat korban sadar atau lemas, Dengan cara itu orang penolong berlutut membuat kedua tangan masing-masing penolong berpegang untuk membuat kursi, yang satu membuat sandaran dan satu lagi membuat tempat duduk. Setelah itu korban didudukkan dan diangkut dengan posisi kedua tangan korban merangkul leher penolong. contoh gambar.

Three handed chair 
Tiga tangan membuat seperti kursi; Dengan cara kedua penolong membentuk tangan seperti kursi , satu orang penolong menggunakan kedua tangannya untuk tumpuan tempat duduk korban dan penolong yang lsatu lagi meletakkan salah satu tangannya untuk menunjang kedua tangan penolong yang lain untuk membuat tempat duduk korban dan tangan penolong yang satu lagi digunakan untuk memegang kaki korban. contoh gambar.

Four handed chair
Empat tangan membuat seperti kursi;
Dengan cara kedua penolong membentuk tangan seperti kursi, dengan melipat salah satu tangannya, dan tumpangkan pada siku tangan yang lain, setelah itu dihubungkan sehingga membentuk seperti kursi , lalu kedua penolong tersebut jongkok 
untuk mengangkat korbannya; contoh gambar. 

Chair carry
Mengangkat korban dengan menggunakan kursi, Digunakan untuk korban sadar atau pingsan dan sangat efektif untuk mengangkut korban patah tulang paha jika tidak ada tandu, Dengan cara seorang penolong meletakkan kursi di samping korban, setelah itu bersama-sama mengangkat korban dan diletakkan di kursi yang tersedia. 
Cara mengangkatnya penolong yang berada di depan mengangkat kaki kursi depan ke atas pinggulnya dan penolong yang belakang mengangkat sandaran kursi dengan posisi korban lebih kurang 45% sudutnya. contoh gambar.

Extremities carry (angkutan cina becak)
Digunakan mengangkut korban sadar atau pingsan dan tidak dibenarkan cara ini untuk mengangkut korban patah tulang.
Dengan cara salah satu penolong mengangkat kedua tangan korban dan yang satu lagi memasukkan kedua tangannya melingkar di atas dada korban dengan menggengam kedua pergelangan tangan korban. Penolong yang satu lagi memasukkan kedua tangannya pada posisi kaki / paha korban dan secara bersama-sama mengangkat korban. contoh gambar.

Selesai sudah saya bahas tentang Evakuasi korban kecelakaan pesawat udara. mungkin hanya sedikit yang saya bahas... kurang lebihnya mohon maaf.

"Thanks"


No comments:

Post a Comment